*) Franks Lamanepa LELAKI DALAM BATU Kepada Frans Lebu Raya Mana mungkin jejakmu tertinggal? Tapakmu baru terukir seketika engkau usap? Lantas bergigih engkau koar di gendang telingaku? Itupun tak surutkan puasmu, Engkau menyeruduk lagi dengan baja mendidih? Tanyamu lagi bak badai Petir: Dimana...

*) Djho Ismail CATATAN KULIAH I Melayang di pelupuk hari. Aku terkesima dunia yang diciptakan indah berubah Makna syair yang sebagai petuah sirna Lekang oleh onggokan kemunafikan Bidadari tak lagi terbang ke telaga Airnya telah kering menyisakan anyir darah Sayap mereka telah...

*) Hardy Sungkang Hujan Butiran manis manikam kejam Menumbuk ubun alam Tak lepas landas Desus. Ada gadis bermata binar Berkilau antara gerimis Mengemis bisu Kusuk Bulir matanya diracun hujan Tak lagi berbinar Darah beracun Bening Gadisku di tepian hujan Balik punggung indahmu Ini tubuhku Dekaplah Usap bulir bening mata Biar tenang jiwamu Tatap aku Kasih. April,...

*) Elang Segara Pagi adalah batas cumbu antara embun dan daun. Sebab malam telah menetaskan petaka bagi keduanya. Aku menyebutnya surya. Peristiwa biasa sebab kodrat. Tapi pagiku dan 'kau telah celaka sebab arah, Patah. Hingga kita...

*) Febhy Irene  “HANTU Hantu setengah demam Bukan panggung bukan kepala Sarafnya bergetar menahan kesakitan Penyakit baru sedang melanda Tidak lagi dia beralkitab Bukan pangeran yang dinobatkan Tapi raja yang menobatkan Diri sendiri Ia itu dia Yang terkadang kampungan Konyol terlihat bodoh oleh kedudukan Jika lemari arsip...

*) Abbah al-Lazar Tempuling tergenggam keberanian. Mata-matanya menembus takut. Laut ini altar pengorbanan. Litania penyerahan dalam sembahyang kesadaran sang lamafa. Saatnya telah tiba. Baleo...teriakan dari pesisir bagai lonceng bertalu di menara gereja. Sebait doa berserah diri....

*) Vianey Saffran REQUIEM  (1) Setelah kemarin nafas duka terlalu sesak memenuhi semua ruangan. Malam ini dapur kami penuh dengan wangi rempah dan minyak mur. Sesekali ibu hanya tersenyum mengelabui rasa kecewa. Kemarin malam, tepat di sini, tempat aku...

Floressastra.com-Kelompok Coloteme Arts Movement Kupang bekerja sama dengan Komunitas KAHE (Sastra Nian Tana) Maumere bakal menggelar pementasan sastra dan teater monolog pada Selasa, 19 April 2016 mendatang. Kegiatan bertajuk Maumerelogia sebagai bentuk apresiasi terhadap...

*) Ervan Mau KALAH Betapa aku tak bernyali mengarungi lautan rahasiaMu Bahkan kataku miskin untuk sekedar merapal kisah tentangMu Tapi, Bila harus percaya tanpa meraih nikmatMu, Aku ingin, kekasih… Sebab tahulah Kau, Bahwa aku lelaki kalah yang tak pantas menyerup tahu… PELABUHAN Ada ruang...

*) Mariana Silvi KERAGUAN Kala ilusiku berkelana Dimana manusia berulah dalam makna Aku akan lari dalam fana Mungkin tergores luka tajam Kehinaan menjadi tuntutan zaman Kemakmuran menjadi egois Aku di telan pena menguasai jiwa Di sini kuberi tatapan pada ilahi Mungkin tak akan pernah...