*) Yandri Kapestrano Saima JERAWAT (1) Betapa tak mengenakkan menjadi jerawat di pipimu. Berulang-ulang aku hampir dipencet oleh jari-jari jahilmu Apakah kehadiranku semata penambah gelisah tiap kali kau di depan cermin tiap saat kau berbenah meninggalkan kamar? Sahajanya, aku hanya ingin lebih...

*) Ezra Tuname PEREMPUAN TUA pada matanya ada ratapan tentang siang atas wajah anaknya bibir kecil sedang menyusu putting binarnya mata bertanya tentang ayah perempuan tua duduk bersila di antara ilalang keliling rumah air matanya tak pernah jadi umbi setelah embun berarti...

*) Faby JM Seran “Kau masih ingin bersekolah atau tidak...???” bentaknya dengan geram. Sangat keras. Jika harus kulukiskan secara detail, ia adalah sosok yang sangat menakutkan, bukan saja bagi aku dan kedua kakakku, tetapi juga masyarakat...

*) Frank Lamanepa LAMENTASI BUNTUNG Sungai telah teriak, meraung kehausan Memelas, mengemis di tebaran Mega Mendongak Langit, berharap kikir itu legenda “Berikan kami setetes saja curahanMu; Sebagai pelepas lagi penghancur dahaga” Tanah kehidupan kami, tercerai-berai; tercerabut, lalu lenyap dengan senyap Tanpa Nuku, Tanpa Kerbau...

*) Julia Daniel Kotan SENJA BERMAHKOTA Semoga, ketika esok masih lagi tumbuh di atas padang waktu aku ingin sekali menjadi alasan untuk terus mencipta senyuman Atau biarkan saja aku menjadi hikayat untuk kau jilid sepanjang hayat walau hadirku hanya seketika tanpa apa-apa...

*) Itho Un KASMARAN Kau tahu? Sejak rindu bergelimang Dalam nanar mataku Kau, satu-satunya titik Tempat pelupuk mataku bertumpu Semoga... kau tak lekas beranjak Malang, 11 April 2016 REL Senja kemarin Tak kukira kau berdiam diantara sajak Yang tengah kubariskan pada gerbong-gerbong Yang sarat memuat seabrek kisah...

*) Benny Pradipta HUJAN Hujan melukiskan kemarau di kaca jendela Basah langit yang sudah melepaskan senja Gemuruh yang dilemparkan hati pada asa, Hingga warna memimpikan bunga-bunga yang menyusun kenangan Dari percakapan tanah basah pada rumput Untukku ingat hingga mimpi Namun angin...

*) Herman Efriyanto Tanouf Mata Dewa Janganlah kau hempas bercak purnama kala menyelinap mesra di mata Soma sebab ialah biasan beningnya cakra yang pantang keruh dari birunya samudera :buih di sukma tak selalu berselesa Janganlah kau tunak memandang fajar embun di...

*) Gusty Fahik “Baik dan jahat memiliki wajah yang sama; semua tergantung kapan mereka melintasi kehidupan seorang manusia,” demikian tulis Paulo Coelho dalam novelnya Iblis dan Miss Prym. Di sebuah desa kecil bernama Viscos, godaan...

*) Yosman Seran Lilin-lilin Kecil lilin-lilin kecil berhamburan di koridor biara lebih bercahaya dari bintang di langit barisannya yang apik menyelunduk dalam sajakku mencabik kata demi kata hingga terbakar lalu terkapar perih. lilin-lilin kecil bercahaya merapatkan malam yang enggan melanggeng hingga legam tegak berdiri percaya diri pun perlahan pamit merayap...