*) Hamid Fadaq Salat Malam Di gelap kelam, ada yang diam-diam tersadar di ranjang Menyusun langkah menuju belakang Baru saja pukul tiga, belum ada terang Enam jam di malam dan dua di siang Itulah waktu baginya menenang Lalu langkah itu perlahan...

*) Retha Janu TUBUH GERIMIS Mengapa gerimis tidak pesimis? Ceritakanlah : Ibu bercerita tentang sebutir gerimis Menepi, menepis waktu di kilometer empat Ibu bilang tubuh gerimis adalah suci Luruh perlahan, lambat-lambat pelan sebelum lebat “Tidakah itu baik?”, tanya ibu padaku Tubuh gerimis...

*) Senja Embara Kita adalah manusia. Semua tahu itu dan kuharap untuk tidak membaca delusi yang saya kisahkan kecuali jika menghendaki luka di isi tempurung kepala Anda. *** Genang anyir menghitam itu akhirnya membuat pria berkepala empatyang...

*) Melania Cici S. Ndiwa 01 November 2016 Apakah ada lupa yang abadi, kak ? Lupa yang menjadi batu, membatu tanpa pecah menjadi kerikil lalu pasir. Karena akan tertiup angin, lalu menjadi abu yang melekat pada kaca jendela...

“KEMBALI KE UJUNG Semalam malam aku tiba Di ujung kampong yang masih terlihat sama Di kerap ombak yang sudah nyenyak Aku di dekap sekelompok wajah penuh tanya. Adakah aku ditunggu Maafkan aku jika waktu memangku ragu Kita bersua sapa Di makan waktu...

*) Achmad Fathoni Tutur Doa Tentang Kematian perlu kita menilai mana yang sedang kembali dan mana yang sedang ingin kembali sendiri tentang kematian yang tak akan pernah di ucapakan dalam doa serta kerinduan pada tuhannya yang menjadi sebuah mimpi saat...

*) Ezra Tuname Tidak perlu bersajak. Tak penting. Sebab setiap orang bisa bersajak ketika sedang jatuh cinta. Itulah kalimat-kalimat sinis yang disampaikan orang kepada penyair. Kalimat sinis itu lahir, mungkin saja, dari pengalaman perasaan yang...

*) Gusty Fahik Catatan Awal Di antara sekian cerpen yang dikumpulkan Felix Nesi dalam buku kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016), cerpen Ponakan menjadi salah satu yang saya anggap cukup mencuri perhatian saya karena beberapa hal...

*) Gusty Fahik Sajak Mata Di matamu kata kata berhenti mengalirkan makna seperti mendung yang gagal meneteskan hujan. Anak anak menerbangkan layang tak peduli kemarau panjang bakal melahirkan paceklik sementara pemerintah sibuk mengurus ketidakwarasan yang merajalela...