Jumat, Desember 15, 2017

INSPIRASI

REALITAS DALAM REALISME MART SAKEUS

Saya berasumsi, bahwa Mart Sakeus memiliki asumsi aktif menginterpretasikan pengalaman disekitarnya, dan tidak terjebak hanya pada apa yang diinderai. Asumsi dasarnya adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia.

MEMBANGKITKAN KEMBALI SASTRA DAERAH, Apresiasi dan Pesan Atas Terbentuknya Komunitas Sastra KAHE

*)  Patrisius Haryono Ahli Sosiologi Macionis menyebutkan bahwa ada empat komponen yang membentuk kebudayaan. Dari empat komponen yang dimaksudkannya, bahasa adalah salah satu komponen penting yang membentuk kebudayaan. Bahasa merupakan sarana yang penting dalam membagikan...

Jangan Anaktiri-kan Membaca dan Menulis

*) Kris da Somerpes “Kecintaan membaca buku dalam bidang apapun, secara awal ditumbuhkan melalui kecintaan membaca karya sastra. Demikianlah pembibitan awal kebiasaan membaca dilakukan di seluruh dunia yan beradab. Latihan menulis yang terus menerus dapat...

Sepucuk Surat Dari Bandung

*) Gina Utami Bismillah, Perkenalkan, lalu perkenankan… Kuawali perkenalan ini dengan salam terhangat yang kutitip lewat dinginnya kota Bandung saat ini. Dapatkah? Menitipkan kehangatan lewat kedinginan? Menurutku dapat. Silahkan setuju saja. Sebelum menulis perkenalan ini, aku berpikir...

RHINO VALENTINO DAN SESUATU “LAE”

L a e (N) adalah sebuah kata benda berarti Jamak, demikian designer, aktivis dan seniman Rhino Valentino memberi tanda atas karya-karyanya. Lae selain memberi makna tentang kebendaan, berdaya rangkai sintaksis, juga mengisyaratkan adanya sarana-sarana...

Febhy Irene: “Kepada Puisi Aku Setia”

Floressastra.com-“Aku mencintai puisi. Menulis dan membaca puisi adalah santapan jiwa. Laksana musik tak bersuara yang selalu memberi makna dan arti tersendiri untuk jiwa, hati, serta kehidupan, demikian puisi hadir begitu dekat melampaui sekedar sebagai...

Perempuan Berpenis, Sebuah Monolog

*) Rebecca Sejak kukatakan tak ada yang bisa memisahkan aku pada boneka, mereka tak lagi menatapku dengan cara yang sama. Bisik-bisik busuk tercium jelas, padahal umurku saja belum sampai berbelas-belas. “'Lanang kan ndak main boneka. Malu sama...

PANGGUNG

*) Gregoriana S. Kedang Hari terus berganti. Waktu kian mendewasakan dan menguatkan aku. Di setiap putarannya, bumi giat menawarkan cerita-cerita baru. Hari ini, 15 Juni 2014 sebuah pesta digelar sebagai bentuk perayaan syukur atas panca windu...

Malam Puisi Kota Ruteng: Sebuah Catatan

*) Ezra Tuname Malam Puisi Kota Ruteng merupakan sebuah mata acara Komunitas Sastra Hujan, Ruteng, yang mencoba menjadi puisi sebagai kayu yang membakar kata dingin. Boleh jadi, Malam Puisi Kota Ruteng menjelma api unggun di...

Pantha Rei Selecao!

air mata selecao brazil, yesus menangis di brazil

TERKINI

TERPOPULER