Selasa, Juni 27, 2017

Floressastra.com-“Aku mencintai puisi. Menulis dan membaca puisi adalah santapan jiwa. Laksana musik tak bersuara yang selalu memberi makna dan arti tersendiri untuk jiwa, hati, serta kehidupan, demikian puisi hadir begitu dekat melampaui sekedar sebagai...

*) Fian Roger Beberapa waktu lalu. Bertempat di Angkringan Lestari Kota Dingin, Ruteng, saya bersama dua saudara A Rockefeller dan W Rafael berjumpa dengan seorang gadis Amerika bernama Rebecca Strehlow. Dia baru saja menamatkan pendidikan...

*) Kris da Somerpes Sebagian besar dari kita mengeluhkan tentang sulitnya kegiatan yang disebut menulis apalagi menulis sastra seperti puisi, cerpen, novel atau roman. Alih-alih ingin menulis, justru yang dialami adalah sulitnya menemukan topik dan...

*) Kris da Somerpes Perihal ISIS, Jaringan dan terornya "Kami Tidak Takut". Buktinya: Kami masih bisa jual nasi goreng. Kami masih bisa jual rokok. Kami masih bisa foto selfie. Kami masih bisa nonton dalam jarak...

*) Kris da Somerpes “Kecintaan membaca buku dalam bidang apapun, secara awal ditumbuhkan melalui kecintaan membaca karya sastra. Demikianlah pembibitan awal kebiasaan membaca dilakukan di seluruh dunia yan beradab. Latihan menulis yang terus menerus dapat...

*) Kris da Somerpes Teluk Marathon. Ribuan serdadu Persia sedang lelah. Sebagiannya terlelap setelah sekian ribuan mil berlayar ke Yunani hanya untuk merampok keindahan Athena, mencuri kemanusiaan Delphi, Thebes, Olympia dan Arcadia. Mengganggu kejantanan Sparta....

L a e (N) adalah sebuah kata benda berarti Jamak, demikian designer, aktivis dan seniman Rhino Valentino memberi tanda atas karya-karyanya. Lae selain memberi makna tentang kebendaan, berdaya rangkai sintaksis, juga mengisyaratkan adanya sarana-sarana...

 Ketika ‘Pena lebih tajam daripada pedang’ Voltaire. Pujangga besar Perancis, suatu ketika pernah melepas sekuplet catatan, bahwa ‘pena lebih tajam dari pedang’. Catatan itu bukan tanpa latar. Itu adalah quotasi, sebuah salakan yang persis menyasar...

Saya berasumsi, bahwa Mart Sakeus memiliki asumsi aktif menginterpretasikan pengalaman disekitarnya, dan tidak terjebak hanya pada apa yang diinderai. Asumsi dasarnya adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia.

Telanjang itu sebuah adalah. Karena begitu umum yang banyak yang luas dan kaya, jauh dan dalam. Tetapi jika perempuan yang telanjang, maka telanjang adalah sebuah. Sebuah yang luas dan kaya, jauh dan dalam. Namun,...