*) Ahmad Radhitya Alam HARI PERTAMA di pagi ini setahun yang lalu orang hilir mudik pada gerbang gedung ini gedung di mana para manusia mencari jati dirinya jalan pelan dengan penuh penantian menunggu perintah dari kakak tingkat dengan berbagai peraturan yang...

*) Ferry Fansuri Pemulung Kesedihan Apakah itu kebahagian? Kau tak dapat merasakannnya Semua tak sama dan semu Tiap zaman memiliki kadar bahagianya sendiri-sendiri Perihal itu bisa kau temukan itu dipojok kota itu Berserakan tercecer Kita adalah pemulung kesedihan Memunguti sisa-sisa kejayaan Menampung airmata kesepian Menyimpan...

*) Joan Udu KIDUNG MEMPELAI  —untuk sepasang mempelai: kakak Olyyen dan kakak Willy  Kidung 1: Kita seperti sepasang burung gereja, selalu berkisar di satu ranting cemara. Tuhan mempertemukan kita di waktu yang tepat—agar kita semakin tahu bagaimana menaruh janji pada keabadian, dan menyusunnya...

*) Gust Kn KELIMUTU pada liku bukitmu kau ramah menyambutku dalam desir angin kau hembuskan selarik syair ke lubuk batin lewat merdu kicau burungmu kau halaukan galauku. O Kelimutu! kau kuatkan keyakinanku; kasih Tuhan sempurna sepanjang waktu. Gunung Kelimutu, Agustus 2016 PANTAI KOKA —haiku di biru lautmu kutebarkan...

*) Fitri Wolos Kamu (AbCD) Kepenuhan hatiku Adalah Keberadaan dirimu Pengorbanan Cinta kita Bahkan mampu Membagi sebulir nasi Untuk berdua Aku Pada Kamu atau Sebaliknya Aku Melihat aku Menjelma kamu Di dalam Matamu Tanpa paksaan Kamu Bertanya Dimana kamu Pada mataku Kamu Ibarat iris mataku. Warnanya Bersumber Dari kamu Aku pada kamu Atau sebaliknya Kita...

*) Rin Ismi Kota Tanpa Huruf H Kita pernah tidur saat bermimpi atau bermimpi saat tidur ijab kabul-kawin-beranak pinak membangun kota dari kata kata kata kata katamu adalah anak kita tapi tak kutemukan huruf H di sana Kucari H di jalan,...

*) Husein Heikal Perplexed pagi masih terlalu premature untuk menjerang air mata kutukan kelam belum usai menyantap usia dan mata kita untuk turut berduka teroksidasi ingatan menyusupi celah-celah diri rongga yang tak terjamah pasukan penjelajah menyantap rimah seusai pesta bayi tertawa jenaka menatap dunia mata fana Membakar Masa Lalu memeras masa...

*) Daniel Meni Sembah Pagi Setelah nyenyak belaianMu masih menenangkan hingga pagi menghenyak. Dalam sembab kutitip syukur tuntun aku hingga petang menjemput bahkan ketika mata kembali mengatup. Lewa, 07/062017 Sembah Malam Kutitipkan syair syukur lewat angin yang berhembus di padang penggembala memuja hari dan sabdaMu dititahkan kepada meraka gembalaan. Pekatnya...

*) Geb Seran Uban Subur (Berjuang tak Mati) Hujan dan senja adalah hantu sementara malam sebelum gelap dekap kau bilang kejam aah, kau kan kerdil! sungguh itu buruk membungkus ragamu Setelah sekian banyak waktu terbuang, kau lelap lekas dengan seribu...

*) Margareth Febhy Irene "KAKAK PEREMPUANKU (Kepada; Puisi Sore) Kita hampir tak lagi saling menyukai. Pada kata dan coretan yg coba diabadikan masa. Kita seperti dua orang asing yang kian enggan bicara apalagi berkomentar banyak. Seperti dua kertas terpisah...