Selasa, Oktober 17, 2017

SAJAK

Sepilihan Sajak Herlina

*) Herlina Kau, Aku, dan Senja Abu-Abu untuk Dewa senja hujan kita terjebak dalam perbincangan tentang rindu yang bertamu sebelum tatap sempat bertemu dari lantai dua, ruang kerjaku kulihat langit gaduh aku memilih matamu  yang teduh mari, melanjutkan perbincangan tanpa...

Puisi-Puisi Siti Nurlaela

*) Siti Nurlaela Sebelah Sayap Aku berlari Untuk sekian kali Memburu setiap syukur Walau bukan untuk kebahagian kubur Aku mencari Untuk sekian kali Reka memori Realita semu ini Diriku tersungkur Aku hancur Remuk pula Sebab diriku sebelah sayap Hampa Tanpa penyangga Berharga (2017) Singgahan Zaman Sewaktu VOC memperbudak Batavia Atau...

Sepilihan Sajak Yanwi Mudrikah

*) Yanwi Mudrikah ALINEA kau linglung  di jaman yang serba instant  dimana-mana tergesa dimana-mana mengumpat dan bergaya orang kota semua dicela dicemooh tanpa pandang bulu alinea, menepilah dalam kota nuranimu 10 september 2017 RIWAYAT Akhyar Musofa tahanlah kata-kata agar...

REBOK, Puisi-Puisi Mz. Arwan

*) Mz. Arwan SELAMA LANGIT BIRU PADA DADANYA Kepada N. selama langit masih biru pada dadanya harapku pada sapamu adalah sepadang pasir yang kupintal dalam dering telepon di pagi di tepi bantal dalam gemerecik hujan pada malam di balik jendela bawah...

BAWAKAN AKU SELIMUT, Sajak-sajak M. Alfariezie

*) M. Alfariezie Agar Walikota Kemari Semakin hari saying Panas meninggi menyentuh mawar yang dulu kau tanam Mekarnya kian merah tapi tak berkilau Aromanya menyengat tapi tidak membuatku ketagihan Bahkan terlalu gersang bila kita biarkan tumbuh “lalu harus kita apakan”? Ah pertanyaan kau… Sudahlah kau dengarkan saja suaraku Dan...

HARI PERTAMA, Puisi-Puisi Ahmad Radhitya Alam

*) Ahmad Radhitya Alam HARI PERTAMA di pagi ini setahun yang lalu orang hilir mudik pada gerbang gedung ini gedung di mana para manusia mencari jati dirinya jalan pelan dengan penuh penantian menunggu perintah dari kakak tingkat dengan berbagai peraturan yang...

DI BAWAH KIBARAN DASTER, Puisi-Puisi Ferry Fansuri

*) Ferry Fansuri Pemulung Kesedihan Apakah itu kebahagian? Kau tak dapat merasakannnya Semua tak sama dan semu Tiap zaman memiliki kadar bahagianya sendiri-sendiri Perihal itu bisa kau temukan itu dipojok kota itu Berserakan tercecer Kita adalah pemulung kesedihan Memunguti sisa-sisa kejayaan Menampung airmata kesepian Menyimpan...

KIDUNG MEMPELAI, Sajak Joan Udu

*) Joan Udu KIDUNG MEMPELAI  —untuk sepasang mempelai: kakak Olyyen dan kakak Willy  Kidung 1: Kita seperti sepasang burung gereja, selalu berkisar di satu ranting cemara. Tuhan mempertemukan kita di waktu yang tepat—agar kita semakin tahu bagaimana menaruh janji pada keabadian, dan menyusunnya...

KELIMUTU, Puisi-Puisi Gust Kn

*) Gust Kn KELIMUTU pada liku bukitmu kau ramah menyambutku dalam desir angin kau hembuskan selarik syair ke lubuk batin lewat merdu kicau burungmu kau halaukan galauku. O Kelimutu! kau kuatkan keyakinanku; kasih Tuhan sempurna sepanjang waktu. Gunung Kelimutu, Agustus 2016 PANTAI KOKA —haiku di biru lautmu kutebarkan...

KAMU (abCD), Sajak-sajak Fitri Wolos

*) Fitri Wolos Kamu (AbCD) Kepenuhan hatiku Adalah Keberadaan dirimu Pengorbanan Cinta kita Bahkan mampu Membagi sebulir nasi Untuk berdua Aku Pada Kamu atau Sebaliknya Aku Melihat aku Menjelma kamu Di dalam Matamu Tanpa paksaan Kamu Bertanya Dimana kamu Pada mataku Kamu Ibarat iris mataku. Warnanya Bersumber Dari kamu Aku pada kamu Atau sebaliknya Kita...

TERKINI

TERPOPULER