*) Melany Kurniawan HANYA SAAT ADA Hanya saat ada aku tak mengingat waktu Hanya saat ada aku tak berpaut pada suatu kewajiban Hanya saat ada aku lupa akan suatu keharusan Hanya saat ada aku lupa sujud Maaf !!! aku lupa...

*) Steve Elu ponsel pintar sudah lama saya tidak menulis puisi. maka malam ini saya mau memuat status dengan memuisi; mengatakan semua yang tandus dengan kata-kata yang haus apakah kau akan membacanya? kalau iya, kirimi saya kabar lewat telpon pintar, yang...

*) Jefry Seran Tahuk Pagi Bertamu Ketika mata masih malu membuka pintu bumi kau datang menyabak bertamu digubuk tak menyangka di undang pun tidak tentang waktu juga kau langkahi hanya mendapati aku sesaat dan pergi lagi wajahmu kau tutupi cahaya agar aku tak dapat melihat menerka...

*) Rian D. Bai Rumah Kancing Ke seberang pandang Aku merantau,masuk Meminang pasang berbelis asa Lalu keluar pulang aku, Serta ia, pacarku di bangku pelaminan. Agustus, 2016 Velcro Sering kulihat si penuntut ilmu Mendekap diktat, erat hingga tak renggang Lalu selalukah ? tanyaku Lantas bisiknya padaku Sesekali Supaya...

*) Aleks Giyai SAJAK BATU TUA Kutulis kemalangan Kuberkata kemalasan Kubernyanyi ketidakpedulian Ternyata umur tua tak menjamin kearifan Anak-anak pun selalu saja terbodoh Mereka dilahirkan untuk meniru orang tua Namun dalam kerapuhan Membuat jiwa merdeka itu layu Mereka kehilangan untuk berjuang Daun bibir yang berkata...

*) Beny Syah TENTANG SENJA YANG DIGUYUR AIR MATA air dan tanah adalah penghubung antara yang bernyawa dan tiada. di sana kanak-kanak menerbangkan khayalan tentang keinginan setara nafsu lalu diramu di mata indahmu. bukan tentang itu saja, tentang luka,...

*) Rudi Santoso TUBUH PUISI Aku masih belajar menulis puisi, jika kata-katanya anyir “maklumilah” yang anyir tidak hanya cinta dan rindu Yang tidak mengenal ruang dan waktu untuk bersetubuh Akun masih belajar membaca puisi, menjadi lelaki sunyi Terasingkan dari alam...

*) Jefry Seran Tahuk Kopimu Pahit Seciul rindu telah mendera senjaku Ketika angin menggoncangkan dahan awan Kibaskan merah  menampar pipi langit Kala itu aromamu melintas bibir Merayu penatku lekas mencumbu Tanpa malu secangkir kuteguk Ah..ternyata kopimu pahit Lidahku terjahit tanpa manis Kau suguhkan kopi...

*) Rini Jurman Mama, Aku Rindu Melodi asmara dalam kata tenangkan jiwa Mengiring raga ke alam mimpi Senandung rindu mengharu biru merasuk sukma Semua kisah tentangmu Masih tergambar jelas dalam memoriku Tubuh kaku berbalut busana putih Terbaring membisu tanpa bersua Suara...

*) Cici Ndiwa dan Putra Niron Cermin *) Putra Niron Di rumahku tak ada sebilah cermin pun Selesai mandi, Aku biasanya mengaca pada bayanganku. (2016 ) Mata dan Bayanganku *) Cici Ndiwa Aku melihat dengan mata Melihat si Aku yang tergeletak Bergerak di tanah di bawah...