Selasa, Oktober 17, 2017

SAJAK

TENUNAN AWAN, Puisi Cinci Ndiwa dan Yanto Dapi

Tenunan Awan /1/ *) Cici Ndiwa Namanya kabut Putih.. tipis dan rapuh Aku bisa melihat dengan mata yang merabunkan gelap Merasakan dingin dari angin yang berhembus Masuk ke pori-pori dan menyejukan hati Awan tipis puitih nan rapuh Yang datang ketika angin berhembus...

Puisi Mikhael Wora dan Grasiela Vanora

*) Mikhael Wora dan Grasiela Vanora TERPENDAM *) Grasiela Vanora Kata tertata tanpa terucap Rasa menderu menggelora diujung pandang Jantung berdegup kencang kala tatapan itu beradu Engkaulah impian dalam angan yang menanti pengertian dalam rasa Semilir senja menanti, cinta itu mengusik...

PEREMPUAN, Sajak-Sajak Rini Jurman

*) Rini Jurman Topeng Maut Aku seorang  ekspresi makhluk yang tercampakan Aku tak berarti Aku tak benilai Luka yang mengental di dalam nadiku Bedampingan dengan impian yang keliru Masih setia bersarang di jiwa yang busuk ini Kenangan pedih masa lalu...

MAWAR UNTUK YOLANDA, Puisi-Puisi Yandris Tolan

*) Yandris Tolan MAWAR UNTUK YOLANDA Kusunting mawar ini untukmu, kekasih Sebelum malam tiba di penghujung ranjang Sebab kutahu betapa hati kita lebih kuat memilih rindu Sejak mentari mengurung mimpi pada malam Kupilih mawar untukmu, kekasih Betapa wakil jiwaku mencintaimu tulus Dari...

Puisi-Puisi MERINDU Kopong Boro Kosmas

*) Kopong Boro Kosmas Kerinduan Musafir Kami rindu pada Mu bagai ombak yg memecah di bibir pantai. tiada henti. Tidak bertepi Kami menyongsongMu disaat fajar pagi untuk mereguk kasihMu sebening embun surgawi. Kami hanyalah debu. Debu yang galau di terik...

SAJAK CAHAYA, Sajak-Sajak Cahaya Qolbu

*) Cahaya Qolbu KABUT HITAM DIATAS IBU KOTA Ketawa terbahak menggelegar bak petir menyambar Hantam demi hantam setiap persendian kota, menjalar Wajah kusut tersengat gelegar Para penjilat melebar sayapsayap binary Hati tinggal merajam luka Sebelah bak sabit menghunus duka Awan pekat...

Puisi-puisi Komunitas Sastra BeKaS

Memberi *) Gratias Domini Tuhan, Kapan aku memberi? Aku menerima rambut, wajah, leher, tangan, dada, perut Tuhan, Apakah maut yang sungguh-sungguh membuatku memberi? Lelaki dalam Karung *) Joan Dampuk Lelaki dalam karung Terperangkap dalam tubuh karung Tak tahu apa sebab Ingin keluar yang terpikir Lelaki dalam karung Belingsatan...

DI MATA KAKI, Sajak-Sajak Putra Niron

*) Putra Niron MENCINTA Maaf Sajak-sajakku berpuasa. Masih berjuang mencintai. Seperti apa? Lima roti dan dua ekor ikan. Waelengga, 2016 YANUARIA, SEKALI INI LAGI Ini bulan kesekian Yang kulalui tanpa sajak tentangmu. Menjelang harimu di bulanmu ini, Sajak-sajakku terkapar Meminta diperanak Berahi sajakku memuncak. Aku miskin kata untuk Bicarakan tentang...

DI ATAS RINDU YANG GEMURUH, Sajak-Sajak Jihan Suweleh

*) Jihan Suweleh SETELAH KEPERGIANMU Malam mengejar pagi kubenturkan kepalaku berkali-kali ada yang masih tertanam di hatiku sesuatu yang kau beri pada kekasihmu Kau sepi yang tak mau pergi dan kehilangan-kehilangan yang abadi beribu malam setelah cintaku mati duka dan luka tegak berdiri Setelah...

ANGGREK HUTAN, Sajak-Sajak Febhy Irene

*) Febhy Irene  “ANGGREK HUTAN (Kau Lelakiku) Seperti surat tanpa perangko Aku terima pesanmu di menit ke 10 setelah pukul 07.00 Aku terlambat? Jelas!! Tiada hari tanpa 07.00 lebih sedikit Bagaimana bisa? Aku selalu menyajikan hampir 15 menit untuk tersenyum teduh sendiri Merunduk...

TERKINI

TERPOPULER