MEMORI SEMENIT, Cara Komunitas Sastra Hujan Merekam Jejak

“MEMORI SEMENIT Mhenzy Bergerimis… Dalam diam aku memotret Wajah tak bersalah Merintik dalam derita Bertahan menapaki kerikil kehidupan Rini Mendayung… Masih saja engkau bersembunyi Di balik kata Potret diri yang sama Malu Eh, bukan Katamu misterius Cici...

SEMPURNA, MASA SIH? Sajak Obeth Gagu

*) Obeth Gagu Sebagai pagi; (semangat baru) ada saatnya dia tak menjanjikan embun Sebagai matahari; (menyinari) ada saatnya dia memberikan panasnya berlebihan Sebagai malam; (beristirahat) ada saatnya dia...

JENDELA, Sajak-Sajak Flafiani Jehalu

*) Flafiani Jehalu MEREBUS MIMPI Magdalena, Mimpi kita tak kunjung matang, Bukan salah Bunda memberi petuah Mungkin takaran kita terlalu berlebih atau juga kurang Lantas dengan apa kita menakarnya...

Puisi-Puisi Tarsisius Ramto Idong

*) Tarsisius Ramto Idong DALAM SABDA-MU Di renung sabda Malam memancar gulita Cahaya mata bersahaja Menangkap kata bertajuk suka. Dimana sabda berkata Di sana cinta memberi pesona Untuk mereka yang fana Diangkat raga...

SEBENTUK HARAPAN BUAT ISTRIKU, Sepilihan Sajak Moh. Ghufron Cholid

*) Moh. Gufron Cholid BILA PERJUMPAAN BELUM PURNA bila perjumpaan belum purna selalu ada liku harapan bisa ditempuh doa-doa yang tersepuh cara lain sua lengkapi bahagia jiwa Junglorong, 20 Agustus 2016 CARA...

Halimun Dalam Luka, Puisi-Puisi Rahmat Akbar

*) Rahmat Akbar KEMBALI Aku kembali membuat malam terasa singkat Berdialog dengan Tuhan Membuat jalan-jalan Mendekatkan diri sampai ketujuan Kotabaru, 2018 MATAMU Matamu serupa bencana Melumpuhkan raga Maka, Aku telah membacanya. Kotabaru, 2018 KUTADAHKAN TANGAN Kutadahkan tangan Di sepertiga...

CUCI TANGAN, Sajak-Sajak Ardi Suhardi

*) Ardi Suhardi BATU RINDU -Bunda Julia Daniel Kotan Ibu.... Dalam doaku yang paling lugu Aku menyebut namamu Seperti hujan yang merindu Pada batu Lalu pecah. *Ritapiret, 19 Februari 2016. PUISI_Ibu Yang Alam. CUCI TANGAN -Kepada...

WANITA, Sajak-Sajak John Tampani

*) John Tampani WANITA Kau serupa doa yang dengan mudahnya, menenggelamkanku pada rahimnya. Kau serupa puisi yang dengan hebatnya, menari-nari di atas kepalaku. Kau serupa embun yang dengan biasanya, jatuh...

Sajak-sajak Anam Khoirul Anam

*) Khoirul Anam PARAFASIA TIDAKKAH engkau malu bahkan sedih atas anomali ucapmu itu? mencipta ragam ambigu tentu tak sama dengan menebar kedunguan ambigu akan memecah kedunguan di akal,...

“PEMENANG, KEPADA SETIAP KELAHIRAN, Sajak-Sajak Komunitas Sastra Hujan – Ruteng

*) Komunitas Sastra Hujan-Ruteng Evan Merindu…. Mata terpejam menatapmu Menaruh hati di pelupuk mata Aku merasa ada cinta Ketika hati mulai berkata Rasa ini adalah milik rasamu Ratna Berkelana….. Rasa.. Seperti terbelenggu dalam...

TERKINI

TERPOPULER