Selasa, Juni 27, 2017

*) Gust Kn ANDREAS “Mari, Ikutlah Aku. Kamu Kujadikan penjala manusia.” (Mat. 4:19) /1/ Dan kau tinggalkan sampan serta jala dalam sedih yang paling sunyi, bahkan gelombang di perairan ini tak sudi mendengarkan riaknya sendiri. Kau, nelayan yang kelak lupa aroma...

*) Khoirul Anam PARAFASIA TIDAKKAH engkau malu bahkan sedih atas anomali ucapmu itu? mencipta ragam ambigu tentu tak sama dengan menebar kedunguan ambigu akan memecah kedunguan di akal, namun tidak sebaliknya Lidah yang bergerak lincah tanpa pengetahuan hanyalah endapan...

*) Orvin Grendi Putri K Waerebo, Tuan Rumah Mimpi Kemarin Kemarin mendengar tentangmu adalah baru Asing tiada kira Hari ini aku merayu juang agar dapat jadi tamu jauhmu Riang sungguh kentara Tujuh rumah istimewa yang jadi istana satu malamku adalah...

*) Nur Rafahmi Dunia Tidak Mengerang Ketika Kucing Terpejam seekor kucing terburai jadi serpihan orang-orang melompati bangkainya roda-roda melaju tergesa udara kering dan debu berdiam dalam lambaian muram ilalang jari-jari maut berkeriut dunia lelap bagai cakar mencabik belukar lengking camar menabur garam pada perih...

*) Eni NN Tujuan Terang selepas Menjejak di Bumi Selepas senyum yang menghilang lantas timbul kembali Dia beranjak pergi bersama ransel berisikan beban-beban duka Jua bara semangat dari-Nya Di satu lengan, detak waktu terus membuntuti langkahnya yang tak pongah Tujuan...

*) Retha Janu TUBUH GERIMIS Mengapa gerimis tidak pesimis? Ceritakanlah : Ibu bercerita tentang sebutir gerimis Menepi, menepis waktu di kilometer empat Ibu bilang tubuh gerimis adalah suci Luruh perlahan, lambat-lambat pelan sebelum lebat “Tidakah itu baik?”, tanya ibu padaku Tubuh gerimis...

*) Vinsent Mario Atawolo EPHIGENIUM Lights will guide your home and ignite your bones (Fix you, Coldplay) (I) Berdiri di jalanan. Ia saksikan tubuhnya yang tumbuhan berkelindan di udara menembus semesta yang tak kenal nasib tak kenal lelah tak kenal...

*) Jefry Seran Tahuk OASE Debur kemarau berteriak sepanjang musim Gelora terik panas berombak Memecah sunyi hati bermukim Tempat kata berziarah Temu mata jiwa berserah Oh, sunyi Kembalilah Kembalilah setelah gurun badai tandus berlalu Riak rindu terkubur dalam haru Tentang asa mengalir tak tentu Waktu begitu...

*) Novy Eko Permono Bocah Tanah Merah Ku lihat seorang bocah alisnya berurat di kelopak mata Pada cuaca yang ditelan gelap si bocah terus berjalan menatap burung merak mengikuti dengan mata yang terus bergerak sesekali menghela napas, memejamkan mata sesaat. serumpun pohon...

*) Mikhael Wora PUJIAN MUSAFIR Tengah terik kehausan hujan Biarlah cintai-Mu melebihi seteguk air dingin Merindu-Mu melebihi sesejuk wahah Engkau yang lebih tulus dari desau angin Engkau yang lebih jujur dari langit malam tanpa halang Engkau yang begitu dekat Lebih dekat dari...