“PERCAKAPAN HUJAN Bibirmu gesit Matang menceritakan banyak tentang Malioboro Sebuah daratan yang belum tersentuh oleh telapak merahku Begini, Senja itu kalang kabut menghampiri kita Di bawah lampu taman Di tengah keramaian Di antara hujan-hujan jatuh, yang siap menginap di kepala Kita duduk Keningmu...

*) Annas Hasan Biduan Amatir katanya kerja katanya jual suara katanya sibuk sorak-sorak dari lelaki malang saling berkejaran menghimpit udara berusaha membelah dan meremas susumu ada yang bergairah, ada yang jijik bertahan melihat hanya untuk mengumpat mereka, yang haus akan hiburan akan terbawa gejolak emosimu kau begitu...

FOTOGRAFI : MEREKAM KEAGUNGAN TUHAN *) Rosmaria Bintang Leonarda Kulihat awan seputih kapas Kupandangi pelangi berwarna-warni Kunikmati cantiknya danau Ranamese Pasir pantai Ketebe hangat di kakiku tak habis kagum Tak kurang takjub Aku ingin mengingat semuanya Menyimpan dalam kenangan Agar selalu ingat pada Tuhan...

*) Fransiskus Mura Bandit Berdasi I Untukmu bandit berdasi Maupun calon politisi Yang sedang merancang strategi Mengumbar senyum sana sini Dengan poster berkaos oblong hingga jas berdasi Dan akhirnya menebar janji Yang pura-pura pasti Padahal tak berisi Bandit Berdasi II Untukmu bandit berdasi Maupun calon politisi Yang...

*) Hendra Sanzo Tembakau 1 Membubung tinggi berjuta asa Berdiang bersama fraktus kelabu Pada temaram bias sang rembulan Seribu kisah Bertebaran : tabur-menabur dalam dada Berkelana pada liku paru-paru Lalu berhembus dalam napas Berdesis pada kelu bibir beku Ku ukir indah aksara malamku Sebelum peraduan...

*) Mikhael Wora NA-PAS-KAH (?) Pada waktu itu bumi belum bernapas Penyair datang membawa roh bersama sebatang pena Ia duduk tafakur di atas perahu Roh melayang-layang dan pena menari-nari di atas permukaan air “Jadilah terang!”, begitu tulisnya Lalu Ia menutup buku...

*) Yasir Arafat Stalin PITAWAT UNTUKMU : Shafly Ahmi Aziz Setiap pengembaraan dalam denyut kehidupan ini adalah sebuah proses menempa diri. Tak mesti tawa yang kau reguk, tapi juga tangis yang sesekali kau peluk. Kau bukan...

*) Gust Kn ANDREAS “Mari, Ikutlah Aku. Kamu Kujadikan penjala manusia.” (Mat. 4:19) /1/ Dan kau tinggalkan sampan serta jala dalam sedih yang paling sunyi, bahkan gelombang di perairan ini tak sudi mendengarkan riaknya sendiri. Kau, nelayan yang kelak lupa aroma...

*) Khoirul Anam PARAFASIA TIDAKKAH engkau malu bahkan sedih atas anomali ucapmu itu? mencipta ragam ambigu tentu tak sama dengan menebar kedunguan ambigu akan memecah kedunguan di akal, namun tidak sebaliknya Lidah yang bergerak lincah tanpa pengetahuan hanyalah endapan...

*) Orvin Grendi Putri K Waerebo, Tuan Rumah Mimpi Kemarin Kemarin mendengar tentangmu adalah baru Asing tiada kira Hari ini aku merayu juang agar dapat jadi tamu jauhmu Riang sungguh kentara Tujuh rumah istimewa yang jadi istana satu malamku adalah...