Selasa, Juni 27, 2017

*) Febhy Irene “KALAU BOLEH Serunai dalam elegi berembun Tamparan pagi mengusap semua resah Melodi bersujud lembut Nada-nada mereba pada dinding-dinding penjajah Di belakangnya ada sesosok pilu Di depannya berdiri tegar senyuman palsu Apa sungguh aku melihat dengan pasti ? Ya Tuhanku Kalau boleh...

PEMANTIK *) Wahyu Urbanus Ada yang suka pemantik Saya, kamu, kita, kami dan mereka. Pemantik itu api, api itu hangus, terbakar? Yah juga ada asapnya. Itulah saya, kamu, kita, kami dan mereka. Nitapleat, Januari 2016 ZAITUN *) Yos Koting ah. . . .bahkan anjing...

*) Ardi Suhardi MEMBUKA MATA DAN MEMPERHATIKAN SEORANG BAPAK BERJALAN PINCANG Di pinggir jalan aku memperhatikan seorang bapak tua Berjalan pincang. Tongkat kayu sengaja dipikulnya sebagai penopang Jika sesekali ia memaksa berdiri atau memilih duduk lagi. Lagi. Bapak tua yang...

*) Putra Niron MANDI DI BAWAH BULAN Dengan telanjang aku memunggut rintik-rintik mandi Sambil terangnya hanya sebesar bulan. Tidak gelap? Tidak. Karena terangnya hanya sebesar bulan. Januari 2016 HUJAN DI PERJAMUAN TERAKHIR Semalaman kita makan minum di pesta Setelah sorenya kita diguyur hujan. Ini...

Jangan Cintai Aku Sampai Mati -Wardah- apa artinya kemilau bintang di angkasa tanpa wiridmu yang menyalakan api di dadaku? bahkan ketika laut letih jangkar patah atau layar tercabik angin oktober cermin cahayamu terus memburuku ke teluk-teluk paling sunyi hingga perahu-perahu menggigil dalam palung sajakku wahai bunga mawar cantikku jangan cabut duri-durimu...

*) Mia Eljoannes /1/ sajak-sajak takdir tertera di guratan tangannya bercerita tentang fananya dunia ini perempuan itu berjalan merajai tanah ribuan tapak telah ia lukis diatas hatiku memaksaku menyentuh kepahitan agar ku sadar besarnya perjuangannya lewati senja aku bertanya lebih dalam ke...

*) Yoseph Yapi Taum Pagi yang damai tiba-tiba pecah Embun yang kemarin bercanda terkapar Ama Lera Wulan Ina Tana Ekan* sudah memberi tanda Senja hari kemarin sekawanan burung gagak menyilangi desa dan langit rebah terlalu rendah. Hari ini tanda itu menjadi...

*) Bara Pattyradja di kaki langit Larantuka engkaulah gunung batu yang bersila hening bagai kaku pohonan paul,paul kau masih saja sesunyi air sebisu tanah saat nasib yang jalang memberiku isyarat penuh gemuruh apakah kita ? boneka kertas yang pasrah dijarah sejarah ataukah sishifus yang tak...

*) Albertus Geroda Hari-hari berlalu dalam hidup Seperti tetes air Hujan mengguyur Mengalir ke sungai Tanpa cintamu Saya miskin ditinggalkan menangis putus asa Dalam malam yang dingin Belenggu sakit kerinduan Terasa luka jiwaku Menatap hidup aku lupa Bahkan tidak diimbangi Aku bicara kecemasan Aku membutuhkanmu Untuk kebahagiaanku Jika dinda tahu Apa...

ORANG-ORANG LAMALERA Hujan yang turun saat laut pasang mengabarkan kepada seekor umang tentang para nelayan yang ditangkap polisi setelah mereka menggarami laut dengan butir-butir keringatnya Ikan-ikan yang tak lagi mencecap keringat nelayan melakukan mogok Ikan-ikan mengancam akan meminum laut sampai kering Kepada orang-orang...