Senin, November 20, 2017

SAJAK

PEREMPUAN ITU BERNAMA ELISABETH, Puisi Mia Eljoannes

*) Mia Eljoannes /1/ sajak-sajak takdir tertera di guratan tangannya bercerita tentang fananya dunia ini perempuan itu berjalan merajai tanah ribuan tapak telah ia lukis diatas hatiku memaksaku menyentuh kepahitan agar ku sadar besarnya perjuangannya lewati senja aku bertanya lebih dalam ke...

BALLADA ARAKIAN, Puisi Yoseph Yapi Taum

*) Yoseph Yapi Taum Pagi yang damai tiba-tiba pecah Embun yang kemarin bercanda terkapar Ama Lera Wulan Ina Tana Ekan* sudah memberi tanda Senja hari kemarin sekawanan burung gagak menyilangi desa dan langit rebah terlalu rendah. Hari ini tanda itu menjadi...

GUNUNG BATU YANG BERSILA, Kepada Paul Budi Kleden

*) Bara Pattyradja di kaki langit Larantuka engkaulah gunung batu yang bersila hening bagai kaku pohonan paul,paul kau masih saja sesunyi air sebisu tanah saat nasib yang jalang memberiku isyarat penuh gemuruh apakah kita ? boneka kertas yang pasrah dijarah sejarah ataukah sishifus yang tak...

KASIHKU, Puisi Albertus Geroda

*) Albertus Geroda Hari-hari berlalu dalam hidup Seperti tetes air Hujan mengguyur Mengalir ke sungai Tanpa cintamu Saya miskin ditinggalkan menangis putus asa Dalam malam yang dingin Belenggu sakit kerinduan Terasa luka jiwaku Menatap hidup aku lupa Bahkan tidak diimbangi Aku bicara kecemasan Aku membutuhkanmu Untuk kebahagiaanku Jika dinda tahu Apa...

ORANG-ORANG LAMALERA, Sajak-sajak Alexander Aur Apelaby

ORANG-ORANG LAMALERA Hujan yang turun saat laut pasang mengabarkan kepada seekor umang tentang para nelayan yang ditangkap polisi setelah mereka menggarami laut dengan butir-butir keringatnya Ikan-ikan yang tak lagi mencecap keringat nelayan melakukan mogok Ikan-ikan mengancam akan meminum laut sampai kering Kepada orang-orang...

SENDUK, Antologi Sajak Putra Niron

*) Putra Niron SENDAL Tanggalkan sendalmu di luar sana Sebab sendal yang kau injak itu kudus. Ledalero, Januari 2016 SENDUK Tuhan, anak kami merintih Setelah lima roti dan dua ikan yang Kau berikan itu, Kami lupa membawa senduk. Ledalero, Januari 2016 HANDUK Masih ingatkah engkau Saat...

SI KECIL, Antologi Sajak Mia Eljoannes

*) Mia Eljoannes KERINDUAN mendung datang seperti pagi tetaskan aksara rindu dalam jiwaku diatas jiwaku ku semayamkan DiriMu tanpa batas kita bersua lewat dengungan lagu pujian celotahan kecil dan curhatan manis mataku terkatup di keheningan subuh dalam setiap Ekaristi rindu kita pasti terobati Yogyakarta,...

SAJAK API, Antologi Sajak Beatrix Polen Aran

*) Beatrix Polen Aran JEJAK LANGKAH Debu di tapakmu, dan kerikil tajam Menjadi saksi perjuanganmu Dosa berumah di atas tanah Tiada hari esok dalam hidupmu Perjalanan ke akhirat Baru dimulai Berjaga-jagalah dan berbijaklah Sajak yang kutulis ini Masih pagi engkau membacanya. (2015) ZIARAH Hari akan menjadi malam Siang...

ONANI, DEBU dan PELIR, Antologi Sajak Kris da Somerpes

ONANI Tuhan, ajari aku berdoa: “bukalah pintu, masuklah ke dalam kamarmu. Onanilah” Tuhan, aku sudah selesai berdoa: “Bertolaklah lebih jauh ke dalam” DEBU Kau yang terlahir dari mazmur disambut sepuluh dawai pelipur nadanada selepas petang cemburu beri aku sesekali rayu dan cumbu jangan lagi menyeka kakiku. Itu debu PELIR Semalam, sapa...

Dua Prosa Ironi Tentang Kelamin

  PUK-ORUPS-I :republik birahi *) Kris da Somerpes /1/ Ini bukan puisi, tetapi sebuah prosa ironi, aku pun tak mengerti "Tapi, jangan sekalikali ganggu barang ini. Bukan punya kau ini" /2/ Yang satu ini, puki ada di pangkal tungkai sebuah sakramen bagi diri diberi kepada yang tiada merugi "Sejauh harga...

TERKINI

TERPOPULER