*) Mia Eljoannes KERINDUAN mendung datang seperti pagi tetaskan aksara rindu dalam jiwaku diatas jiwaku ku semayamkan DiriMu tanpa batas kita bersua lewat dengungan lagu pujian celotahan kecil dan curhatan manis mataku terkatup di keheningan subuh dalam setiap Ekaristi rindu kita pasti terobati Yogyakarta,...

*) Beatrix Polen Aran JEJAK LANGKAH Debu di tapakmu, dan kerikil tajam Menjadi saksi perjuanganmu Dosa berumah di atas tanah Tiada hari esok dalam hidupmu Perjalanan ke akhirat Baru dimulai Berjaga-jagalah dan berbijaklah Sajak yang kutulis ini Masih pagi engkau membacanya. (2015) ZIARAH Hari akan menjadi malam Siang...

ONANI Tuhan, ajari aku berdoa: “bukalah pintu, masuklah ke dalam kamarmu. Onanilah” Tuhan, aku sudah selesai berdoa: “Bertolaklah lebih jauh ke dalam” DEBU Kau yang terlahir dari mazmur disambut sepuluh dawai pelipur nadanada selepas petang cemburu beri aku sesekali rayu dan cumbu jangan lagi menyeka kakiku. Itu debu PELIR Semalam, sapa...

  PUK-ORUPS-I :republik birahi *) Kris da Somerpes /1/ Ini bukan puisi, tetapi sebuah prosa ironi, aku pun tak mengerti "Tapi, jangan sekalikali ganggu barang ini. Bukan punya kau ini" /2/ Yang satu ini, puki ada di pangkal tungkai sebuah sakramen bagi diri diberi kepada yang tiada merugi "Sejauh harga...

  EMPU *) kbs adalah Empu yang menempa, dan menyepuh Tuhan hingga bertubuh jadi serupa aku. Itu, Ibuku. Maunori, 25 April 2014   MASAKAN IBU *) kbs Setiap hari mimpi ibu terangkat ke udara Dihantar debu dapur yang pekat Dan bau hawa tubuh tua itu Merangkak, menyengat, menusuk Ke panci dan periuk ke...

1//TROTOAR Kau membiarkan aku telantar di antara jalanjalan hampa membiarkan aku menjawab sendiri teka-teki kehidupan di antara jutaan pertanyaan. Kepadaku yang tertinnggal sepilihan nostalgia. 2//NOSTALGIA Kau telah pergi Lagi-lagi tanpa pamit Kian-kian hari Rindu menyempit Jadi sepi Sendiri Seperti mimpi. Kembalilah 3//KEMBALILAH Merelalah aku bertumpu di atas lepuh lutut untuk sebuah maaf. Aku mau...

Kita seperti Guido, si bungsu yang keras kepala (Kethy S) yang tak bisa membedakan mana rindu, mana sakit (Kethy S) karena itu kita tidak ada yang bisa jadi Tuhan (Maria AL) Lalu kita bertanya Apakah masih hitam? (Vrony D) Seharusnya kita segera perlahan melongok keluar (Athina A)Merebut cahaya sebanyak yang dimau (Anzy M)

  ZIARAH Di seine yang tenang ribuan anak kunci menengadah panjatkan doadoa cinta. Di pont de arts ribuan gembok berangkulan madahkan keabadian. Hingga malam menyalakan eiffel Tuhan tak jua pulang ke Notre Dame. kepada-Nya aku bertanya mengapa. "karena kalian telah memindahkan altar dalam ziarah" jawab-Nya.   NOTRE DAME Di...

puisi untuk pater marsel agot svd