Surat Kecil Untuk Tuan, Sepilihan Puisi Hardy Sungkang

*) Hardy Sungkang Surat Kecil Untuk Tuan Kepada tuanku di kursi angkuh Kukirim sajak ini tentang luka Pada setiap massa, yang dulu kamu pernah menaruh janji Kini belum pasti Buat...

Sepilihan Puisi Wilibaldus W

*) Wilibaldus W PREMAN KAMPUNG Tampangmu agung mengelabui mereka Fisikmu kuat bagai baja Perkasa menjajah yang lain Berprilaku semaumu Tendamu sebentar lagi roboh Pasukanmu perlahan musnah Suara kebenaran mulai seringai Generasi pemberani telah...

PELAYARAN, SKETSA INGATAN: Antologi Sajak Yandri Kapestrano Saima

*) Yandri Kapestrano Saima SEPANJANG JALAN PULANG Selalu ada sendu di setiap jalan pulang selain dingin dan sepi lampu-lampu kecil sepanjang Tevere menyimpan bayang di atas air Barangkali di sana mereka...

ROKOK, TUBUH, MATILAH AKU: Sepilihan Puisi Arief Laga

*) Arief Laga TUBUH Bertahanlah tubuh Meski kau dibalut lesu Aku tahu kau terus diintai Dan sebentar lagi akan dibantai Dengarkan saja Alunan doa dari karib-karibmu Desahan nafas cemas orang tuamu TAK TAHU...

Sepilihan Puisi Kocha Bani

*) Kocha Bani KECANTIKAN PUTERI Rahim bumi semakin berani bicara Produk lama telah dimodifikasi Dan kepada semesta berita tercecer Pengumuman-pengumunan: Kepada pencinta keelokan dan keindahan Mari dan kecaplah Ada pembaharuan Pesona keindahan Kini bertambah...

Sepilihan Puisi Reinard L. Meo

*) Reinard L. Meo doa kayu kepada api terjadilah padaku menurut kobaranmu amin. Januari 2016, _er el em_ secangkir kopi ketika dua atau lebih unsur, bertemu, aku jadi Januari 2016, _er el em_ optimisme barangsiapa...

Sepilihan Puisi Penyair Kereta

*) Julia Daniel Kotan SELENDANG BIDADARI SELENDANG PENYAIR Di ujung....bulan merenda Menyulam titian pelangi Bidadari mengayunkan selendang Turun ke bumi untuk bercanda di taman Eden buatan Taman itu penuh gairah Membuatnya betah...

SEPERTI PUISI, CELANA MANDI: Puisi-Puisi PUTRA NIRON

*) Putra Niron SEPERTI PUISI Saya sudah berjuang membesarkanmu puisi. Hanya saja, sifatmu tak pernah besar. Ya. Kau merendah. WP, 2016 CELANA MANDI : untuk Jokpin Kau masih senang berkelana Tanpa sarung. Kelanamu di...

Sepilihan Puisi Hilda Winar dari PANYALAI

NYANYIAN SETENGAH ABAD Perak di kepalaku tak tumbuh dalam semalam sayang kau hanya kehilangan waktu bertumbuh bersamanya tapi tidak cinta diam diam mereka mendoakanmu segera datang Cilangkap, 20 Februari 2015 ZIARAH 1 Aku...

CERMIN, TOPENG, SIANIDA: Dan Sepilihan Puisi Bataona Noce

*) Bataona Noce '....' Puisiku bersua untuk bersuara, biar mereka tahu kita peduli, manusia punya asasi. Jakarta, Januari '16 Sianida Aku Mario. Papi seorang pengusaha sekaligus penikmat. Seorang pecandu kopi. Di...

TERKINI

TERPOPULER